Biopori: Solusi Teknologi Ramah Lingkungan

Sebagai gerakan peduli terhadap lingkungan, Unpad menawarkan solusi teknologi yang berbasis ramah lingkungan. Solusi ini dinamakan Biopori, yang diluncurkan langsung oleh Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia. Hadir pula PR Bidang Kemahasiswaan Trias Nugrahadi, dr. Sp. KN, Sekretaris Senat Prof. Dr. Johan Masjhur, dr., Sp.PD-KEMD, SpKN, juga oleh beberapa Dekan Fakultas. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin (22/12) di Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur , Bandung.

Biopori atau yang biasa disebut dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan. Pemanfaatan Biopori ini akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat tertangani, disamping itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Ide awal ini pertama kali diperkenalkan oleh Kamir Raziudin Brata, seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB.

Selain itu kelebihan dari Biopori ini adalah memperkaya kandungan air hujan. Karena setelah diresapkan kedalam tanah lewat Biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan. Adapun tujuan Lubang Resapan Biopori (LRB) ini adalah agar air masuk sebanyak mungkin kedalam tanah.

“Alat-alat Biopori ini juga akan disosialisasikan ke masing-masing Fakultas, sedangkan untuk jangka panjangnya kita akan mengajak IKOPIN, UNWIM dan IPDN untuk juga dapat menjaga air resapan wilayah Jatinangor melalui Biopori ini”, ucap Bambang Aris Sistanto yang juga Dosen Fakultas Teknik Industri Pertanian. Alat pelubang resapan Biopori ini langsung coba digunakan oleh Rektor Unpad dan beberapa staf Unpad lainnya, bahkan beberapa mahasiswa Unpad ikut mencoba menggunakan alat ini.

Kelebihan LRB lainnya adalah selain sederhana, alat ini sangat mudah digunakan oleh kaum perempuan. Selain itu 10 manfaat dari LRB ini antara lain adalah memelihara cacing tanah; mencegah terjadinya keamblesan (subsidence) dan keretakan tanah; menghambat intrusi air laut; mengubah sampah organik menjadi kompos; meningkatkan kesuburan tanah; menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah; mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh adanya genangan air seperti Demam Berdarah, Malaria, Kaki Gajah, (mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran udara dan perairan); mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan); serta mengurangi banjir, longsor dan kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s