Ibu dan Peter Pan Inspirasi Robinson

Ibu dan Peter Pan Inspirasi RobinsonJakarta – Dengan fisik yang di bawah rata-rata, Nate Robinson mampu menjadi pemain NBA yang disegani. Disebut Robinson, inspirasinya untuk jadi seperti sekarang adalah sang ibu dan Peter Pan.

Robinson bertinggi ‘cuma’ 175 cm, termasuk pendek untuk ukuran pemain NBA. Tapi dengan ukuran seperti itu, pemuda 27 tahun itu tiga kali jadi juara kontes slam dunk NBA, tahun 2006, 2009 dan 2010.

Sejak pekan lalu, Robinson berada di Indonesia atas undangan DBL Indonesia. Setelah menengok final DBL dan DBL Camp di Surabaya, Robinson kemudian berada di Jakarta untuk berlatih bersama timnas putra dan putri Indonesia.

Apa kunci Robinson menjadi seorang pemain hebat walau dengan fisik terbatas? Jawabannya adalah motivasi yang datang dari dua sumber: sang ibu dan tokoh kartun Peter Pan.

“Saya belajar banyak dari ibu saya. Dia membesarkan tiga anak, sendirian dan tidak pernah mengeluh. Tidak pernah ada excuse,” kata Robinson saat bertatap muka dengan pers di Jakarta, Selasa (26/7/2011).

“Dari sana, saya mendorong diri saya sendiri sepenuh hati untuk mencapai apa yang saya inginkan,” tambah point guard Oklahoma City Thunder itu.

Robinson juga menceritakan inspirasi yang ia dapat dari menonton film kartu Peter Pan. Dari tokoh khayalan itu, Robinson belajar tentang kegembiraan dan hati senang.

“Kalau Anda pernah menyaksikan Peter Pan, dia pernah bilang, “kamu bisa terbang kalau hatimu gembira.” Saya belajar slam dunk karena saya percaya saya bisa terbang seperti yang dibilang Peter Pan. Peter Pan sangat menyemangati saya,” beber Robinson.

Dengan tinggi cuma 175 cm, Robinson punya kelebihan dalam hal lompatan vertikal yang sangat tinggi. Catatan NBA, pemain kelahiran Seattle itu bisa melompat setinggi 110 cm.

Robinson memang tidak pernah menyerah dengan keterbatasan fisiknya. Ia mengisahkan waktu ia berusia 13 tahun dan mencoba berlatih slam dunk, tangannya tidak cukup besar untuk memegang bola basket dengan satu tangan.

“Saya mulai berlatih dunk di usia 13 tahun, di kelas 8. Saat itu tinggi saya 5 kaki 4 inci atau 5 kaki 5 inci (sekitar 165 cm). Saya tidak bisa memegang bola basket, jadi saya berlatih dengan bola voli,” kata Robinson.

“Teman-teman senang melihat saya ngedunk karena saya seperti orang gila. Saya lompat ke sana ke mari, berputar dan melompat. Mereka gembira karena saya paling berani beraksi,” ucap Robinson seraya tertawa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s