Pengertian Kondensator

Kondensator polisterin dan polipropelin cocok untuk dipakai dalam rangkaian – rangkaian tala, tapis dan dalam penerapan di mana dipersyaratkan stabilitas dan rugi rendah. Kondensator polisterin dan polikarbonat banyak dipakai untuk mengopelkan dan membuang – kopel tegangan dan juga dalam sistem tunda dan pewaktu.

Tipe MKS dan MKP

Kondesator keramik yang dielktriknya terdiri atas bahan keramik, dibuat dengan bernagi jangkah koefisien suhu, antara + 100 ppm/K – 5600 ppm/K. Tergantung pada tipe yang dipakai, maka koefien suhu akan tak bergantung suhu ataupun akan berubah berpadanan dengannya. Tipe tersebut akhir ini sangat cocok untuk digunakan mengompensasi ketergantungan kepada suhu yang ada pada komponen – komponen lain, misalnya kumparan ferit yang memiliki koefisien suhu positif. Kalau menggunkana kondensator keramik haruslah dijaga agar tidak akan terjadi regangan mekanik yang berlebihan, sebab ini akan memecahkan keramiknya.

Kondensator elektrolit yang dielektrolitnya diperoleh dengan jalan elektrolisis dapat digolongkan dalam dua golongan : tipe aluminium dan tantalum. Pada kedua tipe, polaitas perlu diperhatikan. Pada umumnya kondensator elektrolit tantalum memliki arus bocoran kecil dan lebih berumur panjang ketimbang tipe aluminium.

Jenis – jenis Kondensator Pejal

  1. Kondensator Plastik
  2. Kondensator Keramik
  3. Kondensator Mika
  4. Kondensator Kerta
  5. Kondensator Elektrolit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s