Karya Bangsa

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  • Robot Becak Buatan Anak Indonesia Menangi Kompetisi Internasional Robot becak dengan motif batik ini bisa berjalan dengan kecepatan satu meter permenit di bawah sinar lampu 2000 watt. Robot berbentuk becak mini ini, berhasil menjadi juara pertama dalam kategori Energy Saving Robot, yaitu robot ramah lingkungan dengan sumber energi tenaga surya. Melalui ciptaannya tersebut, para siswa berharap becak yang merupakan kendaraan umum khas Indonesia tidak punah, dan para pengemudi becak tidak harus menggoes lagi becak mereka, namun cukup menginjak pedal gas dengan tenaga sinar matahari. Sehingga becak tetap menjadi kendaraan umum yang ramah lingkungan namun lebih efisien.
  • Pesawat Terbang Indonesia 100% Buatan Lokal Pabrik pesawat terbang di Indonesia merupakan pabrik pesawat terbang yang canggih. Karena semua komponen pesawat terbang tersebut dibuat oleh pabrik tersebut. Kristopo. Jakarta--Suatu negara jika sudah dapat membuat pesawat terbang berarti negara tersebut dapat dikatakan sudah maju, karena telah memiliki teknologi yang maju. Indonesia sudah dapat dikatakan negara maju, karena sudah dapat membuat pesawat terbang. Demikian disampaikan mantan Presiden B. J. Habibie, dalam Pidato Ilmiah pada acara pemberian penganugrahan untuk B. J. Habibie, dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), di Jakarta, Kamis, 24 Maret 2011.
  • pembelian empat pesawat CN-235/MPA KCG BANDUNG–MICOM: PT Dirgantara Indonesia (DI) menyerahkan satu unit pesawat CN235/MPA (Maritime Patrol Aircraft) ke Penjaga Pantai Korea Selatan (KCG). Ini merupakan pesawat terakhir dari empat pesawat yang dipesan KCG. “Sebelumnya, pesawat pertama dan kedua telah diserahkan pada Mei 2011. Sedangkan pesawat ketiga diserahkan pada Desember 2011,” kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso di Hanggar CN 235 PT DI di Bandung, Jumat (9/3).
  • 7 Pesawat Indonesia (Komersial dan Tempur) di Era Modern Indonesia telah terkenal sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri. Walaupun di bidang pemasaran produksi pesawatnya sendiri harus kita akui kita masih kalah bila dibandingkan dengan Brazil, yang mengembangkan EMBRAER dan memasarkannya ke seluruh dunia. Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, beberapa negara mulai mengalihkan perhatiannya ke pesawat buatan Indonesia, sebut saja Malaysia, Pakistan, UAE, Philipina, dan Korea Utara, serta beberapa negara lainnya. CN-235 tampaknya akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di beberapa tahun kedepan setelah lebih banyak negara yang sadar akan kehandalannya. Malaysia sendiri berencana memesan 4 pesawat tambahan untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang sudah mereka miliki.
  • Pesawat Terbang NC 295 PT Dirgantara Indonesia – Industri pesawat terbang Indonesia saat ini sepertinya sedang melakukan pengembangan dan peningkatan ke arah yang positif.  Setelah sempat terpuruk pada awal tahun 2000, Industri Pesawat Terbang Indonesia yaitu PT Dirgantara Indonesia atau PT DI mulai memperbaiki diri dan melaju perlahan tapi pasti.  Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kerjasama pembuatan pesawat maupun komponen pesawat yang ingin bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI), salah satunya yaitu pembuatan Pesawat Terbang NC 295.
  • First Steel Cutting, Kapal Tanker 17.500 LTDW Ke-2, pesanan PT Pertamina (Persero) Senin, 21 Nopember 2011, untuk yang kedua kalinya, PT PAL Indonesia (Persero) kembali menandai dimulainya proses pembangunan Kapal Tanker, dengan melakukan First Cutting untuk Kapal Tanker 17.500 LTDW pesanana PT Pertamina (Persero), dimana kapal tersebut merupakan kapal Tanker yang kedua dengan bobot yang sama untuk tahun ini 2011. Kapal Tanker yang ke-1 telah dilakukan first cutting pada tangal 6 Juni  2011. First Steel Cutting bertempat di Bengkel Fabriksi Divisi  Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero) yang dihadiri oleh Coordinator Ship Construction PT Pertamina (Persero), Bapak Subagjo H. Moeljanto, Komisaris PT HSS, Bapak Agus Wibisono dan NK Class, Mr. Hisashi Ikeda, serta Manager Surabaya Area Niaga Bank Mandiri, Bapak Ali Usman serta jajaran Pimpinan PT PAL Indonesia (Persero).
  • Kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium Pesanan Direktorat Jenderal Bea & Cukai – Departemen Keuangan Republik Indonesia
    Di penghujung tahun 2009 PT PAL INDONESIA (PERSERO), kembali menyerahkan Kapal Patroli Cepat 38 meter Aluminium pesanan Direktorat Jenderal Bea & Cukai Departemen Keuangan Republik Indonesia., Kamis 17 Desember 2009 pukul 10 pagi, bertempat di dermaga divisi kapal perang PAL INDONESIA. Hal tersebut membuktikan bahwa PAL INDONESIA mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberikan yang terbaik kepada pelangganya. Kapal Patroli Cepat 38 Meter Aluminium ini merupakan hasil Rancang & Bangun serta pengembangan produk sebelumnya yang telah di lakukan oleh PAL INDONESIA dan  kapal ini merupakan  kapal pertama dari tiga kapal sejenis yang di pesan oleh direktorat Jenderal Bea & Cukai Departemen Keuangan Republik Indonesia.dengan pendanaan dari Islamic Development Bank.
  • Produk PT. Kereta Api Indonesia Pasar sasaran yang dipilih adalah pelanggan yang tidak hanya sekedar menuntut fungsi utama kereta api, akan tetapi juga pertimbangan-pertimbangan psikologis (ultimate value), atau tepatnya pemerjalan eksekutif tidak akan kehilangan prestise walau tidak naik pesawat. Positioning dilakukan dengan mempersepsikan produk argo sebagai moda transportasi kereta api yang terbaik, prestise, nyaman, cepat, untuk masing-masing kelas dan koridornya. Berbagai kereta eksekutif kelas argo yang dimiliki oleh PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) diantaranya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s